DAERAHKAB. GORONTALO

Rapid Test Bukanlah Penentu Seseorang Positif Covid-19.

M-BhargoNews, (Limboto), — Info satu pasien yang meninggal dunia dinyatakan berstatus PDP setelah menjalani rapid test atau tes cepat. Hasil dari tes tersebut menunjukkan reaktif. Artinya, sistem antibodi tubuh pasien menunjukkan adanya pertahanan terhadap benda asing yang masuk (virus).

Meski belum dapat ditentukan sebagai pasien positif covid-19, tata cara pemakaman tetap sudah dilakukan sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Sayangnya, hal ini masih memicu kepanikan tersendiri bagi masyarakat luas. Sebab, banyak dari mereka yang masih berstigma hasil rapid test menjadi penentu seseorang terinfeksi positif covid-19. Padahal hal tersebut belum bisa dijadikan acuan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gorontalo, Dr. Roni Sampir, S.Kep. M.Kes.mengatakan, rapid test merupakan suatu metode pemeriksaan cepat untuk melihat suatu infeksi di tubuh seseorang apakah terinfeksi atau tidak.

“Jadi yang diukur atau diperiksa adalah anti bodi IgM (Immunnoglobin M) dan IgG (Immunnoglobin G) yang merupakan sistem kekebalan tubuh.” kata Roni, sebagai Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gorontalo, Via telepon, Sabtu (25/04/2020).

Lebih lanjut, kata Roni, immunoglobulin M (IgM) adalah anti bodi yang lebih dulu terbentuk pada seseorang apabila terinfeksi dan akan terlihat didalam darah pada hari ke 5-7, dan immunoglobulin G (IgG) akan terlihat didalam darah pada hari ke 14 yang disebut Virus Corona (Covid-19).

“Untuk pemeriksaan rapid test mengacu pada kombinasi IgM dan IgG,” jelasnya.

Menurut Roni, reaktif sama dengan positif, maka kemungkinan dalam tubuh orang tersebut ada infeksi virus, tapi belum bisa dikatakan virus Covid-19 atau tidak, untuk menentukan Covid-19 maka dilakukan pemeriksaan dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Yaitu pengambilan sampel lendir dari saluran pernapasan, karena yang diperiksa virus itu sendiri. Dan itu yang disebut swab tes.” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk menentukan orang berstatus positif atau negatif covid-19. Pemeriksaan uji swab di area gejala seperti hidung dan tenggorokan. Kalau hasil PCR sama dengan Covid-19 maka orang tersebut positif dan apabila hasil PCR tidak sama dengan Covid-19 atau negatif maka kemungkinan itu virus lain, misalnya influensa, atau hepatitis.

“Jadi saya berharap pada seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Gorontalo, jangan panik dan jangan takut sebab rapid test bukanlah penentu seseorang terinfeksi virus Covid-19.” tandasnya.(SD)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close