GORONTALO UTARAHOME
Trending

PLTU Tanjung Karang Terus Didemo Pekerja Lokal

Tutun : PLTU harus bertanggung jawab, warga kita jangan dijadikan seperti budak, negara kita ini sudah merdeka

M-Bhargonews, Gorut. Hari ini kamis (21/05/2020) aksi demo buruh dan pekerja kembali terjadi setelah semalam sempat terjadi aksi yang sama. Dari informasi yang dihimpun oleh m-bhargonews.com, aksi para buruh dan pekerja ini diakibatkan oleh adanya informasi bahwa telah ada kedatangan TKA (tenaga kerja asing) China yang baru dimasukkan pada rabu malam (20/05/2020).

Informasi adanya kedatangan TKA China tersebut membuat kelompok buruh dan pekerja melakukan aksi protes terhadap pihak PT. GLP (Gorontalo Listrik Perdana) dan PT. SEPC (Shanghai Electric Power Construction) dalam tuntutan para buruh dan pekerja, meminta agar pihak perusahaan tidak lagi memasukkan TKA China kedalam lokasi PLTU Tanjung Karang dalam aksi tersebut semalam juga pihak perkerja dan buruh meminta agar mereka tidak dijadikan budak oleh pihak perusahaan.

Nampak dalam cuplikan video aksi tersebut tidak mematuhi protokol kesehatan karena massa berkumpul berdesakan dan tidak menggunakan masker. Aksi hari inipun nampak sama terlihat dari siaran langsung adanya massa yang berkumpul sambil berteriak ke arah mess TKA China meminta agar TKA China yang baru dimasukkan agar segera dikeluarkan dari lokasi PLTU Tanjung karang.

Tutun Suaib, SH yang merupakan penduduk lokal diseputaran PLTU Tanjung Karang yang juga Ketua YLBIHG Cabang Gorut (Gorontalo Utara) ketika diwawancarai, kamis (21/05/2020) menyampaikan aksi yang terjadi semalam sama halnya brutal itu karena luapan emosi yang ditunjukan oleh karyawan (pekerja/buruh. red) seakang-akan yang sangat tidak berkesesuaian dengan apaya yang diterapkan sekarang, seperti lockdown yang mereka lakukan itu seakan-akan dihentikan semua, nah hari ini yang sempat saya lihat di PLTU itu bukan lockdown, yang terjadi akses keluar masuk masih dilaksanakan terus.

Masih Menurut Tutun, PLTU dalam melaksanakan kegiatannya tidak berdasarkan Undang-undang kesehatan, dimana akses keluar masuk PLTU tidak melalui protokol kesehatan “ itu akses keluar masuk kedalam itu tidak melalui protokoler kesehatan”. Aksi ini sampai terjadi karena bentuk kekecewaan teman para teman-buruh, dimana menurut Tutun bahwa pihak PLTU selama ini tidak transparan kepada masyarakat dan pemerintah terkait masuk keluarnya tenaga kerja asing.

Kita meminta kepada PLTU untuk menghentikan segala kegiatan dan seluruh karyawan dikembalikan ketempat tinggal mereka, karena yang dilakukan oleh PTLU itu sangat keliru tidak berskesuaian baik UU (Undang-undang) Kesehatan, UU Karantina Wilayah maupun UU Wabah Penyakit. Bahkan terkesan apa yang mereka terapkan ini bukan berkeseuaian dengan UU tetapi hanya keinginan dari Oknum-oknum warga China, apa yang diingikan oleh China harus diikuti oleh perusahaan seakan-akan warga kita dikorbankan. “PLTU harus bertanggung jawab, warga kita jangan dijadikan seperti budak, negara kita ini sudah merdeka bukan lagi zaman batu yang kita jalankan” ujar Tutun.

“kami berharap kepada Humas PLTU agar supaya jangan berbelit-belit menyampaikan sesuatu ke publik, selama ini apa yang disampaikan oleh humas PLTU semua berbelit-belit”

“kami berharap kepada Humas PLTU agar supaya jangan berbelit-belit menyampaikan sesuatu ke publik, selama ini apa yang disampaikan oleh humas PLTU semua berbelit-belit” saya sebagai warga masyarakat mengutuk keras dan meminta kepada pak Gubernur, Bupati untuk menghentikan segala aktivitas PLTU, jangan pak Bupati hanya berkoar-koar kecewa terhadap masuknya warga masyarakat yang dari bhanglades, hari ini segala aktivitas PLTU itu semua salah tidak berkesesuaian dengan aturan yang ada, pungkas Tutun

Kabag Humas PT. GLP, Ramlan Modjo ketika di konfirmasi, kamis (21/05/2020) mengenai masuknya TKA menyampaikan Bbahwa itu tidak benar karena semua akses Gorontalo ditutup untuk masuk keluar. Ketika ditanyakan apakah didalam lokasi PLTU ada pengamanan, Ramlan menjelaskan bahwa “untuk pengamanan kita ada security GSA di backup kepolisian dan TNI namun aksi yang dilakukan ini tidak melalui prosedur pemberitahuan dan spontan dan melibatkan orang banyakmaka security dan backup agak kewalahan.

Terkait tuntutan mereka mengenai masuknya TKA baru kedalam site itu sama sekali tidak benar karena hingga saat ini tidak ada penambahan TKA apalagi saat ini PSBB diberlakukan di Provinsi Gorontalodimana akses perbatasan ditututp untuk orang keluar masuk, bandara ditutup sehingga kami pastikan bahwa informasi ini tidak benar. ujar Ramlan

Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut siapa yang melakukan provokasi sehingga menyebabkan demo anarkis semalam, pungkas Ramlan. (AFS)

Hingga berita ini ditayangkan kegiatan aksi para buruh masih terus berlanjut

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close