GORONTALO UTARAHOMEKABAR BHAYANGKARANASIONAL
Trending

Bendera Sobek dan Hanya Diikat Tali Rafia, Aktivis Gorut Mengecam

Tutun : ini sama dengan merendahkan simbol negara, pahlawan kita mengorbankan nyawa demi mengibarkan bendera ini.

 

M-Bhargonews, Gorut. Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang dilaksanakan setiap tanggal 17 Agustus oleh segenap bangsa dan rakyat Indonesia yang dilaksanakan dengan cukup meriah dan hikmat demi mengenang jasa para pejuang namun lain halnya yang terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara perayaan tersebut tercoreng dengan penggunaan bendera dan tali bendera yang tidak layar. Hal ini disampaikan oleh salah seorang aktivis Gorontalo Utara yang juga selaku ketua YLBHIG Cab. Gorontalo Utara, Tutun Suaib SH Selasa (18/08/2020).

Tutun menuturkan bahwa penggunaan bendera maupun tali bendera yang ada di depan kantor Bupati Gorontalo Utara tepat pada tanggal 18 Agustus ini telah mencoreng harkat dan martabat bangsa hal ini nampak sebuah pandang enteng Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara di saat hari ke-2 kemerdekaan Republik Indonesia ini mereka kemudian hanya menggunakan bendera yang sudah mulai robek dan berwarna lusuh serta menggunakan tali plastik atau sering disebut tali rafia

Ketua YLBHI Gorut, Turun Suaib, SH
Ketua YLBHI Gorut, Turun Suaib, SH

Bendera merah putih merupakan salah satu lambang/simbol negara yang harus kita hormati karena para pejuang kemerdekaan kemarin memperjuangkan bendera ini untuk di tancapkan dan di hormati diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, mereka para pejuang mengorbankan harta bahkan nyawanya demi tegak dan berdirinya Negara kita termasuk berjuang untuk mengibarkan bendera merah putih di seluruh wilayah NKRI, tapi apa yang kemudian terjadi di depan gedung terhormat yang tidak lain adalah lembaga negara yang ada di daerah tepatnya di depan Kantor Bupati Gorut nampak bendera yang terkesan dibiarkan dalam keadaan yang kusang bahkan sudah robek dan menggunakan tali rafia

Kondisi bendera di halaman Kantor Bupati Gorontalo Utara

Masih menurut Tutun bahwa seyogyanya sebuah Kantor Bupati yang berdiri tegak mewah sebagai simbol sebuah negara simbol sebuah pemerintahan yang ada di daerah harusnya mencerminkan penghormatan terhadap bendera merah putih, apalagi saat ini masih nuansa HUT Republik Indonesia.

Ini sangat memalukan di depan kantor negara terhormat namun tak mampu menjaga kehormatan negara melalui simbol negaranya, bagaimana kita mau di hormati negara lain jika kita saja sudah tak mampu menghargai negara kita, sungguh sangat ironi yang parahnya lagi ini terjadi di depan kantor pemerintahan yang sudah sewajibnya menghormati dan menghargai negara dan jasa para pahlawan yang telah mempertaruhkan nyawanya demi kehormatan negara kita. Persoalan bendera ini harus benar benar kita perhatikan karena dalam ketentuan Undang-Undang Dasar 1945 Bab XV pasal 35 sangat jelas mengatur tentang bendera dan warnanya serta ukurannya, kemudian diatur lagi dengan Undang-Undang 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan merupakan jaminan kepastian hukum, keselarasan, keserasian, standardisasi, dan ketertiban di dalam penggunaan bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan, dan dalam Undang-Undang ada sanksi Pidana Bagi yang Menghina Lambang Negara yaitu :
Pasal 57 huruf b UU 24/2009 :
Setiap orang dilarang:
b. menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran;
Ancaman pidana bagi orang yang melanggar ketentuan di atas diatur dalam
Pasal 69 UU 24/2009 :
“Dipidana dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah)”, setiap orang yang :
a. dengan sengaja menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna dan perbandingan ukuran.
Sebagai praktis hukum saya mengingatkan kembali jangan sampai pasal-pasal ini akan dikenakan oleh pejabat yang lalai dalam menghormati lambang/simbol negara.

Kondisi bendera dan tali yang digunakan di depan kantor Bupati Gorut

“ini kejadian bukan baru pertama kali Beberapa bulan yang lalu saya juga sempat mengecam terkait dengan penggunaan bendera yang ada di Gorontalo Utara tepatnya pada waktu itu yang ada di depan kantor DPRD Kabupaten Gorontalo Utara yang menggunakan bendera yang sudah sobek dan lusuh pada waktu itu, dan hari ini terjadi lagi, lebih parahnya ini berada di depan Kantor Bupati, Kantor sebagai simbol sebuah pemerintahan, ini sama dengan merendahkan simbol Negara, pahlawan kita mengorbankan nyawa demi mengibarkan bendera ini namun di Pemerintahan Gorut hari ini malah melakukan tindakan yang tidak layak ditiru” ujar Tutun.

Ketika hal ini tanyakan kepada Satpol PP yang bertugas di kantor Bupati Gorontalo Utara yang juga bertugas sebagai pengibar bendera setiap hari di depan kantor bupati, mereka lalu menyampaikan bahwa terkait bendera yang sudah robek itu sudah disampaikan sejak 1 bulan lalu ke bagian umum setda Kabupaten Gorontalo Utara namun hingga dengan hari ini tidak lanjut dari penyampaian tersebut tidak ada.

Wakil Bupati Gorut Thariq Modanggu ketika memanggil dan meminta penjelasan staff bagian umum

Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu ketika di konfirmasi, beliau kaget dan sangat marah dengan kejadian tersebut, “saya kaget dan baru dengar dari wartawan terkait hal ini” ujarnya dengan suara yang sedikit menekan dengan wajah yang mencerminkan kemarahan.

Thariq kemudian melihat secara langsung kondisi bendera dimaksud dan dengan kegusarannya, Thariq kemudian memerintahkan staff untuk memanggil bagian umum.

Ketika di wawancarai kembali, Thariq menyampaikan bahwa pertama beliau sangat berterima kasih atas informasi tentang kondisi bendera yang hanya menggunakan tali rafia dan benderanya sudah sobek di bagian atas itu yang pertama terima kasih sudah mengingatkan, yang kedua hari ini juga saya memanggil bagian umum yang menangani ini untuk segera mengganti untuk segera mengganti tali ini dengan yang semestinya termasuk bendera karena tidak ini tidak mestinya terjadi,

“Ya kita menyayangkan saya sungguh menyenangkan ini dan saya juga tidak sempat memperhatikan ini padahal ini bendera, perhatian kita karena pelaksanaan ini dilaksanakan di rumah dinas Bupati sehingga fokus kita hanya memperhatikan yang di sana pada saat menaikkan bendera yang tidak digunakan tapi ini bukan alasan” ujar Thariq

Thariq lalu menyampaikan bahwa terkait masalah ini, pihaknya akan memberikan teguran keras kepada bagian umum yang menangani ini.

“Misalnya ada kekurangan tali kenapa tidak menyampaikan untuk pembelian tali dan kenapa sampai menggunakan tali rafia ini kita akan panggil, juga apakah bagian umum tahu ini jangan sampai yang melaksanakan ini dengan inisiatif sendiri dengan inisiatif sendiri lalu hanya menggunakan tali rafia” ujarnya

Ketika di tanya apakah ada sanksi yang akan diberikan kepada bagiqn umum? Wabub kemudian menyampaikan bahwa terlebih dahulu akan memanggil yang bersangkutan bagian umum untuk mengklarifikasi ini dan tentu berkaitan dengan hukuman kita akan melihat ada dua hal ini yang pertama kita berbicara sanksi tentunya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, yang kedua ada soal kepatutan bahwa ini sesuatu hal yang tidak patut maka ganjarannya juga apakah itu diatur oleh ketentuan perundang-undangan atau ada sanksi secara kebijakan itu juga akan kita lihat berdasarkan identifikasi atau klarifikasi yang bersangkutan. ujar Thariq

Kepala Bagian Umum Aisa Badu ketika di hubungi melalui ponselnya bernomor 08124158*** tidak aktif, dan ketika di hubungi via Whatsapp dengan nomor yang sama, aktif namun hingga berita ini ditayangkan tidak mengangkat celulernya. (AFS)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close