KAB. GORONTALO

Isteri Diduga Selingkuh Dengan Sekdes, Warga Bongohulawa Kesal

Kades : Langkah pertama sekarang ini yang saya ambil adalah cuti kerja, saya cutikan Bendahara bagaimana demi rumah tangganya agar diperbaiki dulu. Cuti dalam waktu yang tidak bisa saya tentukan kapan saya kembalikan

M-Bhargonews, Kabgor. Salah seorang warga Desa Bongohulawa, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo menuding istrinya berselingkuh dengan pria lain. Pasalnya, RM mengungkapkan, bahwa istrinya yang merupakan Bendahara Desa Bongohulawa tersebut diduga sering berduaan dengan pria lain yang diketahui adalah Sekretaris Desa (Sekdes) Bongohulawa.

Kepada Media ini saat diwawancarai dikediamannya, senin (05/10/2020). RM mengatakan, awalnya informasi tentang dugaan perselingkuhan tersebut diperoleh dari temannya sendiri. Informasi tersebut, kata RM, soal istrinya berduaan disalah satu ruangan yang ada di Kantor Desa.

“Baru saya tidak percaya, nanti saya buktikan sendiri di kantor. Saya ke ruangan itu, saya buka pintu dorang (mereka, red) tidak mau buka. Baru nanti aparat lain kase tau, nanti itu dorang buka. Dari situ masalah ti Ayah (Kepala Desa, red) periksa di Kantor Desa,” ujar RM.

“Terungkap ini dari saya pe teman yang dengar informasi yang mana saya pe istri jaga baku kurung dengan ti seki (Sekdes) di ruangan. Saya tidak percaya, besoknya saya buktikan, ternyata betul. Itu yang pertama di tahun 2018,” sambung RM.

Ia menjelaskan, kejadian kedua pada November 2019. Waktu itu, kata RM, istrinya Sekdes tersebut datang ke rumahnya dengan keadaan menangis.

“Katanya yang mana saya pe istri dengan ti Seki baku-baku telpon, baku inbox, ba ini sayang-sayang. Saya tidak percaya. Baru ti Ayah ada periksa lagi secara musyawarah,” ungkap RM.

“Yang masalah ini ti Seki kuat ba jalan dengan saya pe istri sama-sama. baru dorang bekeng SPJ (Surat Pertanggung Jawaban, red) ini adakalanya dari pagi sampai pagi,” lanjut RM.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, pada kejadian ketiga, dirinya mendapati istrinya sering jalan berduaan bersama oknum Sekdes tersebut.

“Baru dorang jaga kase lia pa saya dorang ba jalan ini. Adakalanya dia (istri RM) pulang dari kantor nanti jam-jam 5 atau jam 6 sore, adakalanya nanti malam. Baru dorang ada ba pangge ka pantai, sampe di pantai menginap di Vila. So jam-jam 1 malam, pas saya buka mata ti Seki ada baguling sablah panta li maituwa (istri),” ucap RM.

Sementara itu, istri RM yang merupakan Bendahara Desa Bongohulawa saat diklarifikasi membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan, bahwa dirinya tidak ada hubungan apa-apa dengan Sekdes Bongohulawa tersebut.

“Kalau pun saya ambil keputusan saya ada hubungan dengan ti Pak Sek, otomatis saya harus bisa memilih saya keluar dari Kantor Desa. Tapi saya tidak memilih itu, saya tidak mo keluar dari Kantor Desa, saya tetap kerja di Kantor Desa” kata dia.

Dia mengakui, waktu itu dirinya pernah sama-sama satu ruangan dengan oknum Sekdes tersebut, tapi sebelumnya dirinya telah meminta ijin lebih dulu pada suaminya tersebut.

“Saya kan belum ada ruangan lalu, memang saya kunci kamari, tapi saya di dalam ruangan itu ada ba hitung doi (uang). Dia sampe (sampai) kasana pun ada ba hitung doi,” tutur dia.

Dia menjelaskan, kalau suaminya tidak mengijinkan dirinya jalan bersama Sekdes dalam hal urusan pekerjaan, seharusnya suaminya membelikannya motor.

“Supaya saya kan tidak perlu naik motor berboncengan dengan orang lain, pinjam-pinjam orang pe motor,” ucap dia.

Terkait hal itu, Kepala Desa (Kades) Bongohulawa, Ismail N. Jafar saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya telah menelusuri persoalan tersebut, bahkan telah mengumpulkan saksi-saksi yang ada.

“Jadi sampai hari ini saya tetap masih telusuri, Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) sudah datang ke rumah saya untuk konfirmasi hal ini, lalu saya sudah sampaikan akan kita coba uji publik dan siapa saksi yang bisa merujuk pada kebenaran ini,” jelas Ismail.

Dilanjutkannya, ketika itu terbukti ada, maka akan ada konsekuensi. Ketika itu benar melanggar, dirinya selaku Kades akan mengambil tindakan tegas.

“Langkah pertama sekarang ini yang saya ambil adalah cuti kerja, saya cutikan Bendahara bagaimana demi rumah tangganya agar diperbaiki dulu. Cuti dalam waktu yang tidak bisa saya tentukan kapan saya kembalikan,” tegas Ismail.

Ia menjelaskan, ketika didapatkan kebenaran dari persoalan tersebut. Maka dirinya selaku Kades akan melakukan tindakan tegas, yaitu melalukan pemberhentian.

“Ketika didapatkan sesuatu ini, sesuatu ini kita dapatkan kebenarannya, maka bukan saja cuti, maka saya akan berikan pemberhentian,” pungkas Ismail. (AFS-Team)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close